Selasa, 10 September 2013

Hak Asasi Manusia

    HAK ASASI MANUSIA

Hak asasi manusia adalah hak yang diberikan langsung oleh Tuhan yang Maha 
Pencipta sebagai  hak yang kodrati.(John Locke)

MACAM-MACAM HAK ASASI MANUSIA
Menurut UUD 45 (amandemen I-IV) Hak asasi manusia yang terdiri dari :
1.  hak kebebasan utnuk mengeluarkan pendapat
2.  hak kedudukan yang sama di dalam hukum
3.  hak kebebasan berkumpul
4.  hak kebebasan beragama
5.  hak penghidupan yang layak
6.  hak kebebasan berserikat
7.  hak memperoleh pengajaran atau pendidikan
Secara Operasional beberapa bentuk HAM terdapat dalam UU Nomor 39
tahun 1999 tentang HAM sebagai berikut:
1.  hak untuk hidup
2.  hakberkeluarga dan melanjutkan keturunan
3.  hak mengembangkan diri
4.  hak memperoleh keadilan
5.  hak atas kebebasan pribadi
6.  hak atas rasa aman
7.  hak atas kesejahteraan
8.  hak turut serta dalam pemerintahan
9.  hak wanita
10.  hak anak

HAM MENURUT SIFATNYA
1. Personal rights
hak pribadi yang meliputi kemerdekaan bersikap, bertindak/bergerak, berpendapat,
memeluk agama/idealisme, hubungan seks, dsb
2. Political rights
hak politik pemerintahan yang meliputi turut memilih dan dipilih, mendirikan partai 
politik, demonstrasi,berpartisipasi dalam politik, dan sebagainya.
3. Property rights
hak asasi ekonomi yang meliputi hak milik benda, membeli dan menjual, mengadakan 
janji dagang dansebagainya, tanpa campur tangan pemerintah secara berlebihan, 
kecuali peraturan bea cukai, pajak,dan pengaturan perdagangan pemerintahan.
4. Social and cultural rights
hak masyarakat dan budaya yang meliputi hak memilih pendidikan dan 
pengajaran dan mengembangkan kebudayaan yang disukai
5. Rights of legal equality
hak mendapat perlakuan yang sama menurut hukum dan kedudukan sederajat di
hadapan hukum danpemerintahan.
6. Procedural rights
hak tata cara peradilan dan jaminan perlindungan yang meliputi proses dan 
prosedur tata cara peradilan menurut peraturan yang sah dan legal sebagai bukti 
pelaksanaan HAM, misalnya perihal penahanan,penggeledahan, peradilan, dan vonis.

PERKEMBANGAN HAK ASASI MANUSIA
Periode 1945-1950
Pemikiran HAM pada periode awal kemerdekaan masih menekankan pada hak untuk 
merdeka (selfdetermination),hak kebebasan untuk berserikat melalui organisasi
politikyang didirikan serta hak kebebasan untukmenyampaikan pendapat terutama di 
parlemen.
Periode 1950-1959
dalam perjalanan negara Indonesia dikenal dengan sebutan periode demokrasi 
parlementer. Pemikiran HAM pada periode ini mendapatkan momentum yang sangat 
membanggakan, karena suasana kebebasan yang menjadi semangat demokrasi 
liberal atau demokrasi parlementer mendapatkan tempat di kalangan elit politik
Periode 1959-1966
Pada periode ini sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistem Demokrasi Terpimpin.
Akibat dari sistem iniPresiden melakukan tindakan inkonstitusional baik pada tataran 
suprastruktur politik maupun dalam tataran infrastruktur politik. 
Dalam kaitan dengan HAM, telah terjadi sikap restriktif (pembatasan yang ketat 
oleh kekuasaan) terhadap hak sipil dan hak politik warga negara.
Periode 1966-1998
Pada sekitar awal tahun 1970-an sampai  periode akhir 1980 an persoalan 
HAM di Indonesia mengalami kemunduran,karena HAM tidak lagi dihormati, dilindungi 
dan ditegakkan. Pemikiran elit penguasa pada masa ini sangat diwarnai oleh
sikap  penolakannya terhadap HAM sebagai produk Barat dan individualistik 
serta bertentangan dengan paham kekeluargaan yang dianut bangsa Indonesia.
Menjelang Periode 1990an nampak memperoleh hasil yang menggembirakan karena
terjadi pergeseran strategi pemerintah dari represif dan defensif ke strategi akomodatif
terhadap tuntutan yang berkaitan dengan penegakan HAM. Salah satu sikap akomodatif 
pemerintah terhadap tuntutan penegakan HAM adalah dibentuknya KOMNAS HAM
Periode 1998 - sekarang
Pergantian rezim pemerintahan pada tahun 1998 memberikan dampak yang sangat besar 
pada pemajuan danperlindungan HAM di Indonesia.
Pada masa pemerintahan Habibie, penghormatan dan pemajuan HAM 
mengalami perkembangan yang sangat signifikan yang ditandai oleh:
a. adanya TAP MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM dan
b. disahkannya (diratifikasi) sejumlah konvensi HAM yaitu:
1.    Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan Kejam   lainnya   dengan 
UU No. 5/1999
2.    Konvensi ILO No.87 tentang kebebasan berserikat dan perlindungan   hak untuk
berorganisasi dengankepperes No. 83/1998.
3.    Konvensi ILO No. 105 tentang penghapusan kerja paksa dengan UU   No. 19/1999
4.    Konvensi ILO No. 111 tentang diskriminasi dalam pekerjaan dan   jabatan dengan 
UU No. 21/1999
5.    Konvensi ILO No. 138 tentang usia minimum untuk diperbolehkan   bekerja 
dengan UU No. 20/1999.

HAMBATAN DAN TANTANGAN DALAM PENEGAKAN HAM DI INDONESIA

Penegakan hak asasi manusia sangat dipengaruhi  oleh beberapa faktor, di antaranya:
1.    Instrumen HAM (peraturan yang berhubungan  dengan HAM).
2.    Aparatur pemerintah, seperti kejaksaan, kepolisian, Hakim
3.    Proses Peradilan hak sesuai Manusia seperti tata cara     penangkapan,   perlindungan  
saksi dansebagainya.
Tantangan dan hambatan penegakan HAM di Indonesia, di antaranya adalah:
1.    Rendahnya pemahaman warga negara tentang arti penting HAM.   
Sehingga sering kita jumpaipelanggaran-pelanggaran yang   dilakukan warga Negara satu terhadap warga negara lain, seperti  pencurian, penodongan,penganiayaan
ringan dan sebagainya.
2.    Rendahnya kualitas mental aparat penegak Hukum di Indonesia  seperti Kasus,
Korupsi, Kolusi, yang dilakukan oleh aparat   penegak hukum.
3.    Lemahnya instrumen penegakan hukum dan HAM di   Indonesia

HAM DALAM PERUNDANG-UNDANGAN RI
1.      UU No.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.
2.      UUNo. 5 tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan, Perlakuan atau 
Penghukuman YangKejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat.
3.      UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
4.      UU No. 9 tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat.
5.      UU No. 11 tahun 1998 tentang Amandemen terhadap UU No. 25 
tahun 1997 tentang Hubungan Perburuhan.
6.     UU No. 19 tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 105 tentang 
     Penghapusan Pekerja secaraPaksa.
7.     UU No. 20 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang Usia 
Minimum Bagi Pekerja.
8.     UU No. 21 tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 11 tentang 
Diskriminasi dalam Pekerjaan.
9.     UU No. 26 tahun 1999 tentang Pencabutan UU No. 11 tahun 1963 
tentang Tindak Pidana Subversi
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar